Banner
jardiknaswikipedia Indonesia
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik

Total Hits : 224399
Pengunjung : 40588
Hari ini : 433
Hits hari ini : 1704
Member Online : 0
IP : 44.211.117.197
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

smp2kudus@yahoo.co.id    
Agenda
28 May 2024
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8

SMP 2 KUDUS : SEKOLAH ADIWIYATA

Tanggal : 01/30/2018, 08:43:58, dibaca 5595 kali.

      Pendidikan diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam masyarakat. Pendidikan juga diselenggarakan sebagai upaya dalam membentuk manusia Indonesia seutuhnya adalah mutlak keberadaaannya. Suatu bangsa tidak akan pernah bisa melepaskan atau mengabaikan masalah pendidikan. Artinya Pendidikan sangat penting dalam membawa suatu bangsa menuju kejayaan, keberadaban dan kemuliaan.


      Bumi sebagai biosfer dengan keunikannya terdapat beberapa kehidupan yang saling mempengaruhi antara yang satu dengan yang lainnya. Saat ini dunia mulai merespon dengan kondisi alam yang sangat mempengaruhi kelangsungan hidup makluk yang ada di muka bumi. Dunia sudah mulai menunjukkan penurunan kualitas lingkungan dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang membawa dampak terhadap lingkungan hidup. Eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran telah menunjukkan kepada kita dampak negatif terhadap lingkungan hidup. Bencana alam seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, pemanasan global, dan masih banyak lagi bencana alam sebagai akibat dari sikap manusia dalam berperilaku yang tidak peduli lingkungan.


      Dalam upaya mengatisipasi kejadian yang lebih parah perlu adanya perubahan perilaku yang peduli lingkungan  pada manusia dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu perlu adanya pendidikan  yang merubah perilaku generasi sekarang agar nantinya mampu menjadi jawaban atas kekawatiran kita saat ini di masa datang. Kepedulian terhadap lingkungan pada dunia pendidikan ditandainya denga adanya momentum-momentum dari pemerintah pusat melalui beberapa kementrian dengan program kepedulian lingkungan yang diwujudkan dalam perundang-undangan.


      Pada awalnya penyelenggaraan PLH di Indonesia dilakukan oleh Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta pada tahun 1975. Pada tahun 1977/1978 rintisan Garis‐garis Besar Program Pengajaran Lingkungan Hidup diujicobakan di 15 Sekolah Dasar Jakarta. Pada tahun 1979 di bawah koordinasi Kantor Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (Meneg PPLH) dibentuk Pusat Studi Lingkungan (PSL) di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta, dimana pendidikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL mulai dikembangkan). Sampai tahun 2010, jumlah PSL yang menjadi Anggota Badan Koordinasi Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) telah berkembang menjadi 101 PSL.


      Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departeman Pendidikan Nasional (Ditjen Dikdasmen Depdiknas), menetapkan bahwa penyampaian mata ajar tentang kependudukan dan lingkungan hidup secara integratif dituangkan dalam kurikulum tahun 1984 dengan memasukan materi kependudukan dan lingkungan hidup ke dalam semua mata pelajaran pada tingkat menengah umum dan kejuruan. Tahun 1989/1990 hingga 2007, Ditjen Dikdasmen Depdiknas, melalui Proyek Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) melaksanakan program Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup; sedangkan Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL) mulai dikembangkan pada tahun 2003 di 120 sekolah. Sampai dengan berakhirnya tahun 2007, proyek PKLH telah berhasil mengembangkan SBL di 470 sekolah, 4 Lembaga Penjamin Mutu (LPMP) dan 2 Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG).


      Sejak tahun 2006 sampai 2011 yang ikut partisipasi dalam program Adiwiyata baru mencapai 1.351 sekolah dari 251.415 sekolah (SD, SMP, SMA, SMK) Se‐Indonesia, diantaranya yang mendapat Adiwiyata mandiri : 56 sekolah, Adiwiyata: 113 sekolah, calon Adiwiyata 103 sekolah, atau total yang mendapat penghargaan Adiwiyata mencapai 272 Sekolah (SD, SMP, SMA, SMK) Se Indonesia. Sekolah yang berminat mengikuti program Adiwiyata tidak merasa terbebani, karena sudah menjadi kewajiban pihak sekolah memenuhi Standar Pendidikan Nasional sebagaimana dilengkapi dan diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.19 tahun 2005, yang dijabarkan dalam 8 standar pengelolaan pendidikan. Dengan melaksanakan program Adiwiyata akan menciptakan warga sekolah, khususnya peserta didik yang peduli dan berbudaya lingkungan, sekaligus mendukung dan mewujudkan sumberdaya manusia yang memiliki karakter bangsa terhadap perkembangan ekonomi, sosial, dan lingkungannya dalam mencapai pembangunan berkelanjutan di daerah.


      Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang telah menerapkan sistem dengan maksud untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Program Adiwiyata sendiri telah dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan berlanjut oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang bertujuan untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup melalui kegiatan pembinaan, penilaian dan pemberian penghargaan Adiwiyata kepada sekolah. Pedoman pelaksanaan program Adiwiyata diatur dalam Peraturan Menteri LH Nomor 5 Tahun 2013.


     Tujuan sekolah Adiwiyata secara umum  bertujuan untuk mewujudkan  masyarakat sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan dengan:



  1. Menciptakan kondisi yang lebih baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah (Guru, Murid, Orang Tua wali murid, dan warga masyarakat) dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

  2. Mendorong dan membantu sekolah agar dapat ikut melaksanakan upaya pemerintah dalam melestarikan lingkungan hidup dalam pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan demi kepentingan generasi yang akan datang.

  3. Warga sekolah turut bertanggung jawab dalam  upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan yang berkelanjutan.


      Manfaat Program Adiwiyata, Sekolah yang telah menerapkan Program adiwiyata dapat merasakan manfaat baik bagi penerapan sistem belajar, proses belajar dan  hasil pembelajaran  khususnya bagi peserta didik. Hal yang dirasakan oleh warga sekolah antara lain:



  1. Merubah perilaku warga sekolah untuk melakukan budaya pelestarian lingkungan.

  2. Meningkatkan effisiensi dalam pelaksanaan kegiatan operasional sekolah.

  3. Meningkatkan penghematan sumber dana melalui pengurangan sumber daya dan energi.

  4. Meningkatkan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan  kondusif bagi seluruh warga sekolah.

  5. Menciptakan kondisi kebersamaan bagi semua warga sekolah

  6. Dapat menghindari berbagai resiko dampak lingkungan di wilayah sekolah.

  7. Menjadikan tempat pembelajaran bagi generasi muda tentang pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik, dan benar.


      Menyadari pentingnya program Sekolah Berwawasan Lingkungan, SMP 2 Kudus sebagai salah satu instansi pendidikan sangat mendukung program tersebut. Dalam usaha tercapainya program yang dimaksud, SMP 2 Kudus akan berupaya mengarahkan kebijakan sekolah untuk dapat melakukan pengembangan kelembagaan PLH, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan sarana dan prasarana, peningkatan dan efesiensi penggunaan anggaran, pengembangan materi PLH serta pengintegrasian kurikulum berbasis lingkungan, peningkatan komunikasi dan informasi, pemberdayaan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan dan pengembangan, serta pengembangan metode PLH.


      Selain itu, SMP 2 Kudus memiliki mengembangkan filosofi kesadaran lingkungannya dalam bentuk Visi sekolah yaitu “terwujudnya insane yang beriman dan bertaqwa, berprestasi, berpijak pada budaya bangsa, berwawasan lingkungan dan mampu menghadapi persaingan global”. Visi sekolah  ini dikembangkan guna menumbuhkan karakter warga sekolah dalam mengusahakan lingkunganyang berkualitas, kemudian menunjukan sikap simpati terhadap lingkungan baik lingkungan fisik maupun non-fisik. Kesemuanya ini bermuara pada satu hasil kesadaran lingkungan berupa tempat belajar yang layak bagi semua warga sekolah dan perilaku yang tampak pada warga sekolah. Pembangunan yang berwawasan lingkungan yang berpijak pada usaha menuju alam lestari tidak hanya berupa penanaman dan pemeliharaan lingkungan semata, namun merupakan perencanaan terorganisir yang berpijak pada budaya bangsa.



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas