Banner
jardiknaswikipedia Indonesia
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik

Total Hits : 224061
Pengunjung : 40531
Hari ini : 376
Hits hari ini : 1366
Member Online : 0
IP : 44.211.117.197
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

smp2kudus@yahoo.co.id    
Agenda
28 May 2024
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8

Kemendikbud Sebarkan Surat Penundaan K13 ke Sekolah

Tanggal : 12/09/2014, 00:42:11, dibaca 959 kali.

Surat, yang diedarkan sejak Jumat (5/12) lalu, berisi tentang permintaan kepada pihak sekolah yang baru menggunakan K13 selama satu semester untuk menunda pelaksanaan K13 di sekolah mereka.

Selain menunda, sekolah-sekolah tersebut juga diharapkan kembali menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006 (KTSP 2006) terhitung mulai semester genap Tahun Pelajaran 2014/2015.

Dalam surat tersebut, Anies juga menegaskan meskipun K13 tidak lagi dilaksanakan, para guru tetap diminta untuk mengembangkan metode pembelajaran aktif bagi siswa.

Sementara itu, Anies menyampaikan K13 akan tetap dilaksanakan di sekolah yang ditunjuk menjadi sekolah pengembangan dan percontohan penerapan K13.

Berdasarkan data dari Kemendikbud, tercatat sebanyak 6.221 sekolah di 295 kabupaten/kota seluruh Indonesia yang ditunjuk sebagai sekolah percontohan.

Ribuan sekolah tersebut terdiri atas 2.598 sekolah dasar, 1.437 sekolah menengah pertama, 1.165 sekolah menengah atas dan 1.021 sekolah menengah kejuruan. Sedangkan, pihak Kemendikbud mencatat saat ini ada 208 ribu sekolah di seluruh Indonesia yang sudah melaksanakan K13. 

Anies mengatakan jika K13 sudah diperbaiki dan dimatangkan oleh pihak kementerian maka sekolah percontohan ini akan mulai menyebarkan penerapan K13 ke sekolahan lain di sekitarnya.

Namun, jika sekolah yang ditunjuk dengan terbuka menjelaskan ketidaksiapan pelaksanaan K13 demi kepentingan siswa, Anies meminta sekolah tersebut untuk mengajukan diri kepada Kemendikbud untuk mendapat pengecualian. 
 
Selain menjelaskan pelaksanaan K13, surat perintah tersebut juga menjelaskan mengenai pengembalian tugas pengembangan K13 kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk), Kemendikbud, bukan kepada tim ad hoc jangka pendek.

“Harus diakui Kurikulum 2013 ini diproses secara amat cepat dan sudah ditetapkan sebelum kurikulum sempat dievaluasi secara lengkap dan menyeluruh,” kata Anies dalam surat tersebut.

Menurut keterangan Kepala Humas Kemendikbud Ibnu Hamad, hingga Minggu (7/12) sore sebanyak 25.186 sekolah menerima surat yang ditandatangani oleh Mendikbud Anies Baswedan tersebut.



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas